Font size: +

Atlet-Atlet Asian Games 2018 yang Kisah Hidupnya Menginspirasi

image: thejakartapost.com

​Euforia Asian Games 2018 yang dihelat di Palembang-Jakarta masih terasa di benak masyarakat Indonesia. Kemarin, medali pertama Indonesia di Asian Games disumbangkan oleh Edgar Xavier Marvelo dari cabang wushu. Kemeriahan ini disusul dengan sumbangan medali emas dari cabang taekwondo puteri oleh Defia Rosmaniar.

Indonesia harus berbangga karena memiliki atlet-atlet yang berbakat dan tangguh. Tapi di balik semangat itu, ada kisah-kisah inspiratif dari beberapa atlet Indonesia yang akan berlaga membawa nama negara kita. Scroolin sudah merangkum enam atlet Asian Games yang kisah hidupnya inspiratif.


1. Muhammad Zohri 


image: zimbio.com



Atlet asal Lombok NTB yang sempat voral beberapa waktu ini baru berusia 18 tahun, orangtuanya sudah meninggal. Dia hidup dalam kemiskinan dengan rumah bobrok dan sesekali menumpang di rumah saudara. Dia pernah meminta bantuan kepala desa tapi tidak ditanggapi. Setelah dia mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di IAAF World U20 barulah dia mendapat perhatian. Rumahnya pun diperbaiki, presiden langsung yang memberi instruksi dan di Asian Games 2018 dia akan kembali bertarung atas nama Indonesia.



 2. Greysia Polii


image: Instagram



Pebulutangkis ganda puteri yang sempat mendapat kartu hitam di olimpiade 2012 dan diskors. Dia sempat ingin menyerah tapi bangkit lagi dan menebus kegagalannya dengan mempersembahkan medali emas di Asian Games 2014, dia juga membuat clothing line dengan tagline Come Back Stronger untuk  memotivasi orang-orang agar tidak menyerah dengan keadaan dan melampaui batas dirinya.



3. Prima Wisnu Wardhana 


image: Instagram



Dia adalah atlet panahan. Sempat gagal seleksi SEA Games 2015 tapi ini tidak membuatnya patah semangat. Dia balas dendam dengan latihan keras sampai membawa pulang emas di SEA Games 2017. Waktu bertanding ibunya sakit dan dirawat di RS. Keluarga terpaksa berbohong supaya dia bisa  konsen bermain, Lewat tv keluarga menyaksikan Prima bertanding dan waktu Prima pulang hal pertama yang dilakukannya waktu bertemu ibunya adalah mengalungkan medali emas di leher sang ibu.



4. Liliyana Natsir 


image: thejakartapost.com



Liliyana Natsir adalah salah satu pemain bulutuangkis terbaik dunia. Tapi semua yang didapatnya sekarang adalah hasil dari kerja kerasnya di masa lalu. Untuk mengejar mimpinya menjadi pemain bulutangkis dia menghabiskan masa kecilnya dengan latihan keras. Usia 12 tahun dia keluar dari sekolah dan sejak belia sudah hidup terpisah Manado-Jakarta dengan orangtuanya. Dia yang kerap disapa Butet ini sudah berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. Asian Games 2018 ini akan jadi pertandingan terakhirnya sebelum pensiun.



5. Apriyani Rahayu 


image: instagram



Pebulutangkis ganda puteri ini menjalani karir olahraganya dengan haru. Orangtuanya berkorban banyak untuk mendukung Ani jadi seorang pebulutangkis. Ibunya jualan sayur dan mengadai perhiasan, ayahnya juga rela berhutang. Karena keluarganya tidak punya kendaraan Ani harus menunggu motor lewat di depan rumah supaya mendapat tumpangan ke tempat latihan. Kalau tidak ada tumpangan dia harus lari 9 kilometer. Ibunya meninggal ketika Ani sedang bertanding di Peru. Keluarganya menutupi kabar duka ini supaya konsentrasinya tidak terganggu, waktu itu dia berhasil mendpat medali perunggu. Sekarang dia adalah salah satu atlet bulu tangkis ganda puteri terbaik Indonesia.




Referensi: dari berbagai sumber.

Motif Unik Koleksi Outfit Autumn-Winter 2018 - 201...
Resep Sederhana Membuat Tteokbokki

Related Posts